Tentang Kami
Selatpanjang bukan sekadar titik di peta administrasi Riau. Kota ini adalah ruang di mana kapal-kalap nelayan bersandar setiap subuh membawa tongkik dan udang putih, di mana pasar ikan tradisional masih menjadi denyut ekonomi yang sesungguhnya, dan di mana rumah-rumah panggung kayu ulin berdiri kokoh menghadap Selat Malaka. Sebagai pintu gerbang Kepulauan Meranti, Selatpanjang menyimpan lapisan sejarah Kesultanan Siak, jejak kolonial, serta kearifan lokal masyarakat pesisir yang mengenal pasang surut lebih baik daripada jam dinding.
Di sini, wisata bukan soal atraksi buatan. Ia ada di hamparan hutan mangrove yang menjadi nursery kehidupan laut, di warung-warung kecil yang menyajikan otak-otak dan gulai ikan patin dengan bumbu warisan nenek moyang, serta di festival-festival bahari yang masih mengikat komunitas. Portal ini hadir untuk merangkai semua itu—kuliner, budaya, dan destinasi—menjadi cerita yang layak dibaca siapa pun yang ingin mengenal Selatpanjang lebih dari sekadar nama.
Sumber Data & Rujukan
- Wikidata, OpenStreetMap, Wikipedia
- Pemkab Kepulauan Meranti
- BPS Riau